matic1

 Transmisi otomatis atau matik atau matic adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual. 

Transmisi otomatik dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatik disusun mengikut format P-R-N-D-3-2-L, sama ada dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah. Mesin hanya bisa dihidupkan pada posisi P ataupun N saja. 

Umumnya moda transmisi otomatik adalah seperti berikut:

P (Park) adalah posisi untuk kendaraan parkir, Transmisi terkunci pada posisi ini sehingga kendaraan tidak bisa didorong.

R (Reverse) adalah posisi untuk memundurkan kendaraan.

N (Neutral) adalah posisi gir netral, hubungan mesin dengan roda dalam keadaan bebas.

D (Drive) adalah posisi untuk berjalan maju pada kondisi normal.

2/S (Second) adalah posisi untuk berjalan maju di medan pegunungan .

1/L (Low) adalah posisi maju pada gir ke satu, hanya digunakan pada saat mengendarai pada medan yang sangat curam. 

Sedangkan opsionalnya adalah :

3 adalah posisi untuk berjalan maju dan transmisi tidak akan berpindah pada posisi gir atas.

O/D (Over Drive) adalah posisi supaya perpindahan gir pada transmisi terjadi pada putaran mesin yang lebih tinggi.

Transmisi otomatis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

• Automatic transaxle, digunakan untuk kendaraan FF (Front-engine, Front-wheel-drive).

• Automatic transmission, digunakan untuk kendaraan FR (Front-engine, Rear-wheel-drive)

Transmisi yang dipakai pada kendaran mesin penggerak depan (Front Wheel Drive) dibuat lebih kecil dan efisien dibandingkan dengan transmisi yang dipakai pada mesin depan penggerak belakang, karena langsung dihubungkan dengan mesin tanpa melewati poros propeller atau transmisi jenis ini disebut sebagai transaxle

Agar perpindahan bisa berjalan dengan lancar, halus dan lembut, diperlukan Oli Transmisi Otomatis atau Spirax.

Oli Transmisi Otomatis atau Spirax dirancang untuk memenuhi persyaratan utama produsen peralatan Asia, Eropa dan Amerika sangat sesuai untuk mobil sedan, Sport Utility Vehicle (SUV) dan Multi-Purpose Vehicle (MPV).

Keunggulan yang harus dimiliki oleh Pelumas Transmisi Otomatis :

  • Perlindungan keausan untuk masa pakai peralatan yang lebih lama.
  • Stabil dalam kondisi panas dan oksidasi untuk masa pakai pelumas yang lebih lama.
  • Kekentalan yang baik pada suhu rendah dan mengurangi gesekan untuk meningkatkan e­siensi bahan bakar.
  • Indeks viskositas khusus untuk mengurangi perubahan kekentalan dengan suhu operasi.

 

Perbedaan Teknologi Transmisi Otomatis Mobil Torque Converter, CVT, dan Dual Clutch

AT – Torque Converter

Transmisi otomatis dengan torque converter memiliki komponen utama berupa planetary gear unit (gir planet), hydraulic control unit dan tentu saja torque converter. Umumnya, transmisi otomatis versi ini menggunakan wet clutch alias kopling basah, lalu dioperasikan oleh torque converter untuk memperbesar momen mesin. Saat sudah mencapai putaran tertentu dan waktunya untuk pindah gigi, komputer akan menyuruh torque converter untuk bekerja melakukan perpindahan gigi. Komputer transmisi otomatis bisa membaca situasi berkendara dari cara kita menginjak gas. Contohnya, saat berkendara rileks kita akan sadar kalau di rpm 3.000-an gigi sudah berpindah, namun saat berkendara agresif atau melakukan kickdown, komputer akan memilih gigi yang lebih rendah agar tenaga yang besar dan putaran mesin yang tinggi bisa kita dapatkan.

CVT (Continuously Variable Transmission)

Mobil dengan transmisi otomatis CVT, menggunakan perangkat puli dan sabuk baja sebagai komponen utama pengggerak transmisi. Transmisi jenis CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin.

Hal ini membuat mobil yang menggunakan transmisi otomatis CVT, perpindahan gigi sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi. Selain itu, hentakan saat perpindahan gigi juga sangat kecil. Kelebihan lain dari mobil transmisi otomatis menggunakan CVT, pengemudi tidak memerlukan RPM tinggi, untuk mendapatkan tenaga besar, tentunya dengan pemakaian normal seperti di dalam kota. Dengan RPM mobil yang jarang tinggi, membuat mobil dengan transmisi CVT lebih irit bahan bakar, dibandingkan dengan mobil transmisi otomatis AT.

Kopling Ganda / Dual Clutch

Type transmisi otomatis Kopling Ganda / Dual Clutch adalah type transmisi otomatis dengan teknologi terbaru. Transmisi ini punya dua buah kopling yang siap beroperasi untuk membantu mesin menggerakan roda. Sebut saja kopling A dan kopling B di transmisi kopling ganda 6 percepatan, kopling A disiapkan untuk melayani gigi 1,3,5 dan mundur, maka kopling B dirancang untuk bekerja di gigi 2,4 dan 6. Ketika misalnya kopling A sedang bekerja di gigi 1, kopling B sudah siap bersama dengan gigi 2 hingga komputer memerintahkan untuk berpindah gigi. Setelah gigi berpindah ke 2 melalui kopling B, maka kopling A sudah siap ter-engage dengan gigi 3. Pada saat gigi 3 bekerja melalui kopling A, kopling B sudah siap pada posisinya bersama gigi 4, dan begitu seterusnya bagaimana sistem dual clutch ini bekerja.

Contoh mobil dengan transmisi CVT yang ada di Indonesia seperti, Honda Mobilio, Toyota Prius Hybrid dan All New Camry, Honda New Jazz, Mitsubishi Outlander Sport, Honda HRV, Toyota Alphard, Suzuki Swift sport

Contoh mobil yang menggunakan transmisi AT Torque Converters seperti Toyota Yaris, Suzuki Ertiga.

Contoh mobil dengan transmisi Dual Clutch, biasanya ada di mobil sport mewah, seperti Ford Fiesta, Mitsubishi Lancer Evoluton X & Lamborghini Huracan.

Macam-macam Transmisi Otomatis Berdasarkan Pabrikannya

Berikut adalah teknologi transmisi otomatis yang dikembangkan oleh produsen transmisi :

Transmisi Otomatis Mobil Honda

Pabrikan mobil Honda telah mengembangkan teknologi transmisi otomatis sejak tahun 1960-an dan diberi sebutan Hondamatic.

Saat ini Honda telah mengembangkan sistem transmisi Hondamatic yang dipergunakan untuk kendaraan ATV (All Terrain Vehicles) merk Honda. Sistem transmisi ini menggunakan prinsip hydromechanical continuously variable transmission, yang menggunakan sebuah pompa hidrolis berjenis Swash-Plate serta satu buah motor hidrolis Adjustable Swash-Plate.

Pengembangan sistem transmisi Hondamatic untuk mobil masih berlanjut hingga saat ini. Sejak diperkenalkannya sistem hondamatic dengan kode H2 kepada dunia tahun 1973 pada mobil Civic, Accord, serta Prelude, sistem hondamatic untuk mobil terus dikembangkan. Pengembangan terakhir hondamatic untuk mobil Honda diberi kode H6 diperkenalkan pada tahun 2010 menggunakan teknologi Continuously Variable Transmission dengan 6-percepatan maju dan 1-reverse, dan diaplikasikan pada Honda Accord keluaran tahun 2013.

Transmisi Otomatis Produksi Aisin

Aisin adalah salah satu pabrikan otomotif yang fokus memproduksi sistem transmisi mobil. Berbagai merk mobil terkenal menggunakan sistem transmisi yang diproduksi oleh Aisin. Merk-merk terkenal seperti Toyota, Mazda, Jeep, Volvo, Peugeot, sampai Alfa Romeo konsisten menggunakan transmisi keluaran Aisin. Data pasar di tahun 2005, Aisin berhasil menguasai pangsa pasar sistem transmisi mobil sebesar 16,4% dengan memproduksi 4,9 juta unit sistem transmisi dan telah melampaui General Motor.

Aisin pertama kali memproduksi transmisi otomatis pada tahun 1969 setelah bekerjasama dengan produsen sistem transmisi lainnya BorgWarner. Sistem transmisi otomatis yang diproduksi oleh Aisin menggunakan prinsip dasar planetary gearset . Sebagai salah satu contoh sistem transmisi otomatis terbaru yang dikembangkan oleh Aisin adalah tipe AWTF-80 SC. Transmisi tipe ini digunakan pada mobil-mobil mewah seperti Alfa Romeo (159, Brera, Spider), Cadillac BLS, Citroën (C6, DS5), Fiat Croma, Ford (Fusion, Mondeo), Land Rover (FreeLander 2, Range Rover Evoque), Mazda (CX-7, CX-9), Opel (Zafira, Insignia), Peugeot (508, 607), Renault (Espace, Vel Satis), dan Volvo (V60, S80, CX70, CX90).

Transmisi Otomatis Produksi General Motors

General Motors (GM) menjadi produsen mobil pertama yang menggunakan sistem transmisi  otomatis di dunia. Mobil pertama yang diproduksi oleh GM dengan transmisi otomatis adalah Oldsmobiles pada tahun 1939 dan dipasarkan setahun setelahnya. Sejak saat itu sistem transmisi otomatis yang dikembangkan oleh GM terus berkembang. Dan berikut adalah teknologi-teknologi transmisi otomatis tersebut:

Hydramatic (1940-1970). Menjadi sistem transmisi otomatis pertama yang dikembangkan oleh GM. Transmisi ini menggunakan tiga set roda-gigi planetary, dua fluid-coupling (bukan torsi konverter), serta dua pompa hidrolis. Hydramatic memiliki 4-percepatan maju dan 1-percepatan mundur.

Transmisi Hydramatic

Perkembangan selanjutnya sistem hydramatic digunakan pada berbagai merk mobil keluaran GM, diantaranya adalah Flightpitch, Dynaflow, dan Dual Path Turbine Drive untuk Buick, Powerglide untuk Chevrolet, Turboglide untuk Chevrolet V8, serta Roto-Hydramatic untuk Oldsmobiles.

Turbo-Hydramatic (1970-1990an). Turbo-Hydramatic (TH) adalah pengembangan dari sistem Hydramatic. Perubahan yang dilakukan GM adalah dengan menggantikan posisi fluid-coupling dengantorque-converter.

Transmisi Turbo-Hydramatic

Transmisi Turbo-Hydramatic tidak hanya digunakan oleh mobil-mobil keluaran GM saja, namun juga merk-merk mobil terkenal lainnya seperti Ferrari 400, Jaguar XJ-12, Rolls-Royce Silver Shadow, dan Nissan Prince Royal.

Electronic-Hydramatic (1990-sekarang). Pengembangan yang dilakukan GM untuk sistem transmisi yang terakhir adalah Electronic-Hydramatic (EH). Salah satu transmisi EH adalah tipe 4L30-E yang diproduksi oleh GM divisi transmisi yang ada di Strasbourg, Perancis. Salah satu mobil yang menggunakan transmisi tipe ini adalah BMW 325i keluaran tahun 1992-1995.

Sistem kontrol elektronik pada tipe 4L30-E memiliki fasilitas-fasilitas canggih seperti kemampuan adaptif sistem terhadap gaya mengemudi pengendara, pengaturan kompensasi temperatur dan tekanan oli hidrolis, proteksi over-speed pada mesin, proteksi terhadap temperatur tinggi yang ekstrim, dan lain sebagainya.

Oli Transmisi Otomatis atau Spirax bisa digunanakan untuk mobil pabrikan Jepang, Asia, Eropa dan Amerika.