API SERVICE

Di dalam oil atau pelumas mesin untuk mobil berbahan bakar bensin atau solar (diesel), dikenal tingkatan oli sesuai standar API SERVICE ( American Petroleum Institute ). API service merupakan Institusi Amerika yang menetapkan “grade” atau kemampuan sampai mana oli bisa bertahan

API service dengan awalan (S) yang dikususkan untuk mesin bensin, dan api service dengan awalan (C) untuk mesin diesel.

API SERVICE – S

Huruf di depan (S) menunjukkan tingkatan oli, seperti klasifikasi oli  SH, SJ, SL dan SM. Semakin mendekat ke (Z) bisa dikatakan semakin tinggi pula kualitas oli tersebut.

SL            Untuk mesin kendaraan tahun 2004 dan sebelumnya

SJ            Untuk mesin kendaraan tahun 2001 dan sebelumnya

SH           Untuk mesin kendaraan tahun 1996 dan sebelumnya

SG          Untuk mesin kendaraan tahun 1993 dan sebelumnya

SF           Untuk mesin kendaraan tahun 1988 dan sebelumnya

SE           Untuk mesin kendaraan tahun 1979 dan sebelumnya

SD           Untuk mesin kendaraan tahun 1971 dan sebelumnya

SC           Untuk mesin kendaraan tahun 1967 dan sebelumnya

SB dan SA            Sudah tidak direkomendasikan

API SERVICE – C

CI-4. Dikeluarkan pada tanggal 5 september 2002, untukmesin 4T, kecepatan tinggi.  Diformulasikan untuk mempertahankan daya tahan mesin. Dapat digunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4

CH-4. Dikeluarkan pada tahun 1998, untuk mesin 4T,kecepatan tinggi.  Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, CE, CF-4, dan CG-4

CG-4. Dikeluarkan pada tahun 1995, untuk mesin 4T, beban berat, kecepatan tinggi yang menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur 0.5%. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, CE, dan CF-4

CF-4. Dikeluarkan pada tahun 1990, untuk mesin 4T kecepatan tinggi dengan turbo charger maupun gas buang biasa. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, dan CE

CF-2. Dikeluarkan tahun 1994, untuk mesin beban berat 2T. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD-II

CF. Dikeluarkan pada tahun 1994, untuk kendaraan off-road,mesin diesel indirect-injection dan mesin diesel lainnya yang menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur diatas 0.05%.  Dapat digunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD

CE. Dikeluarkan pada tahun 1987, untuk mesin 4T, kecepatantinggi dengan turbo charger maupun gas buang biasa.  Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CC, dan CD

CD-II. Dikeluarkan pada tahun 1987 untuk mesin 2T

CD. Dikeluarkan pada tahun 1955. Untuk mesin turbo charger maupun gas buang biasa

CC. Dikeluarkan untuk mesin yang diperkenalkan pada tahun 1961

CB dan CA. Sudah tidak direkomendasikan

 

API SERVICE – GL

Berbeda dengan tingkatan oli mesin menggunakan API service, di dalam oli transmisi dikenal kode GL. Kode ini adalah kode kegunaan oli transmisi, bukan peringkat oli transmisi.

API GL-4 adalah Oli GearBox, dan dapat digunakan untuk Oli Gardan dengan beban ringan. GL-4 yang normal pada setiap viskositas memiliki sekitar ½ dari tingkat sulfur / aditif fosfor yang ada pada produk GL-5, sehingga penetrasi tidak sekuat , dan karena itu dapat terkelupas tanpa mengupas lapisan kuningan

API GL-5 adalah Oli Gardan. API GL-5 adalah untuk EP (Extreme Pressure) perlindungan. Semakin tinggi perlindungan EP, semakin tinggi kategori GL. Sebaiknya oli ini tidak digunakan untuk oli transmisi karena aditif extreem pressure nya sangat keras (sulphur phosphorus additive). Jika dipakai di oli transmisi maka dapat merusak sincromesh yang terbuat dari yellow metal

Oli Transmisi atau Spirax diperlukan untuk menjaga kinerja dan ketangguhan Sistem Transmisi Mobil.

Classification

Application

Comments

GL-1

Manual transmissions, mild conditions

Straight mineral oil (inactive)

GL-2

Worm-gear drives

Antiwear or very mild EP (inactive)

GL-3

Manual transmissions and spiral-bevel axles, mild to moderate conditions

Contains mild EP additives (inactive)

GL-4

Manual transmissions, selected transaxles, spiral-bevel axles and hypoid gears, moderate speeds and loads

Usually satisfied by 50% API GL-5 additive treatment level

GL-5

Hypoid and other gears, moderate to severe conditions (high speed and/or low speed, high-torque conditions)

MIL-L-2105D qualified lubes satisfy GL-5

GL-6

High-offset hypoid gears, severe conditions

Scoring protection beyond GL-5 (inactive and obsolete)

MT-1

Non-synchronized manual transmissions, buses and heavy duty trucks

Protects against thermal degradation, component wear and seal damage


SAE SERVICE (Society of Automotive Engineers)

Angka dibelakang SAE menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. Makin tinggi makin kental pelumasnya.  SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.

Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 15 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun.

Grade oli terbagi atas single-grade/ mono-grade seperti SAE 15 dan SAE 50 (cocok untuk daerah bercuaca ekstrim). Multi-grade seperti SAE 5W-50 dan 15W-50 cocok digunakan untuk daerah tropis seperti Indonesia,  karena oli ini cukup encer untuk mengalir pada temperatur rendah dan cukup kental untuk bekerja secara memuaskan pada temperatur tinggi.

Lebih jelasnya kita gunakan ilustrasi berikut. Ada 3 Oli, 1 multigrade, 2 monograde

1.       Oli 1 SAE 15 (encer)

2.       Oli 2 SAE 50 (kental)

3.       Oli 3 SAE 15W50 (multi-grade)

 Ketika oli tersebut dibawa di tempat bersuhu dingin, maka:

1.       Oli 1 (SAE 15) akan lebih kental karena dingin

2.       Oli 2 (SAE 50) dapat membeku karena asalnya sudah kental

3.       Oli 3 (SAE15W50) kekentalannya akan sama dengan Oli 1 (SAE15)

Ketika ketiga oli tersebut dibawa di tempat yang bersuhu panas, maka:

1.       Oli 1 (SAE 15) menjadi sangat encer bahkan bisa menguap semua

2.       Oli 2 (SAE 50) menjadi lebih encer

3.       Oli 3 (SAE 15W50) kekentalannya sama dengan Oli 2 (SAE 50)

Jelas, untuk daerah tropis seperti Indonesia sangat cocok menggunakan Oli SAE multi-grade